background

Minggu, 17 Oktober 2010

Asidosis dan Alkalosis

ASIDOSIS

    Asidosis adalah peningkatan sistemik konsentrasi ion hydrogen. Konsentrasi ion hydrogen meningkat karena kegagalan paru mengeluarkan karbon dioksida, atau apabila terjadi produksi asam-asamyang mudah dan tidak mudah menguap secara berlebihan. Asidosis juga dapat timbul apabila terjadi pengeluaran basa bikarbonat karena diare persisten atau ginjal gagal menyerap kembali bikarbonat atau mensekresi ion hydrogen. Asidemia adalah penurunan pH di bawah 7,35.




ALKALOSIS

    Alkalosis adalah penurunan sistemik konsentrasi ion hydrogen. Konsentrasi hydrogen dapat turun akibat pengeluaran karbon dioksida yang berlebihan selama hiperventilasi, keluarnya asam-asam yang tidak mudah menguap melalui muntah, atau asupan basa yang berlebihan.




KOMPENSASI

    Paru dan ginjal bekerja bersama-sama untuk mempertahankan pH plasma rentang 7,35-7,45. Apabila timbul asidosis atau alkalosis karena penyakit paru, maka ginjal berespons dengan mengubah penanganan terhadap ion hidrogen dan basa bikarbonat agar pH kembali ke normal. Kerja ginjal yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena penyakit paru disebut kompensasi ginjal. Kompensasi ginjal mulai memberikan efek sekitar 24 jam setelah perubahan pH karena gangguan respirasi. Walaupun terlambat, kompensasi ginjal sangat kuat.
    Apabila asidosis atau alkalosis terjadi karena gangguan metabolik atau ginjal, maka sistem pernapasan berespons dengan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pernapasan untuk mengembalikan pH ke normal. Kerja respirasi yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena gangguan metabolik atau ginjal disebut kompensasi respirasi. Kompensasi respirasi berlangsung segera apabila terjadi peningkatan konsentrasi ion hidrogen, karena ion-ion hidrogen merupakan faktor penentu yang mengontrol pusat pernapasan di otak


 
ASIDOSIS RESPIRASI
    Asidosis respirasi adalah penurunan pH arteri yang terjadi akibat gangguan respirasi primer. Paru bertugas untuk mengeliminasi karbon dioksida yang merupakan hasil metabolisme. Apabila pernapasan terganggu dan kadar karbon dioksida meningkat, maka akan terjadi peningkatan konsentrasi ion hidrogen. Pada keadaan awal, peningkatan ion hidrogen akan disangga. Namun, apabila ekspirasi karbon dioksida mengalami gangguan yang bermakna, maka kadar ion hidrogen bebeas akan meningkat dan pH turun.


PENYEBAB ASIDOSIS RESPIRATORIK
    Penyebab asidosis respiratoriik mencakup semua gangguan paru obstruktif misalnya penyakit paru obstruktif menahun atau asma, serta hipoventilasi apapun sebabnya, termasuk keracunan obat atau obstruksi jalan napas. Kongesti paru yang parah dapat menyebabkan penurunan difusi karbon dioksida dari darah ke dalam paru sehingga eliminasinya melalui udara berkurang. Demikian juga, sindrom distress pernapasan pada bayi atau dewasa, apapun sebabnya, berkaitan dengan penurunan aliran darah paru serta gangguan pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara paru dan darah sehingga terjadi penimbunan karbon dioksida.


KOMPENSASI UNTUK ASIDOSIS RESPIRATORIK
    Apabila asidosis disebabkan oleh masalah pernapasan, maka timbul kompensasi ginjal. Kompensasi ginjal menyebabkan peningkatan sekresi dan ekskresi asam serta peningkatan reabsoorbsi basa. Tidak terjadi atau hana sedikit bikarbonat yang disekresikan dalam urin. Untuk memulainya kompensasi ginjal memerlukan waktu minimal 24 jam. Dengan demikian, kompensasi tersebut hanya terjadi pada kasus asidosis respirasi yang berlangsung selama waktu tersebut. Apabilakompensasi berhasil, maka pH plasma akan tetap berasa dalam rentang normal.

0 komentar:

Poskan Komentar

Stats Button

Visitors

free counters
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Chat Box

Pengikut

 
Ners. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.