background

Sabtu, 05 September 2009

Ilmu Kebidanan

Kata Pengantar



Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Alloh SWT karena berkat rahmat dan inayah-Nya tugas Remedial ini telah selesai. Mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan makalah ini. Mohon di maklumi karena masih dalam proses pembelajaran Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas remedial obstetri dan fisioligi.
Terima kasih juga saya ucapkan ke[pada teman-teman yang telah membantu mengumpulkan sumber tentang obstetri fisiologi. Akhir kata mudah- mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi saya sendiri khususnya dan bagi teman-teman sekalian umumnya.






Bandung, 13 mei 2009



..............................






















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Wanita memiliki tubuh yang kompleks. Mereka mengalami proses perkembangan anatomis, fisiologis, dan reproduksi selama kehidupannya: mulai masa anak – anak, kemudian tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Bersamaan dengan itu, tumbuh dan berkembang pula organ – organ tubuhnya sebagai seorang wanita yang sempurna.
Pertumbuhan dan perkembangan beberapa anatomi tubuh wanita hamper sama dengan pria. Namun, banyak penelitian yang membuktikan bahwa beberapa organ tubuh wanita tidak sama dengan pria, terutama yang berhubungan dengan fungsi reproduksi, seperti organ ginjal, system endokrin, dan tulang kerangka. Seiring dengan itu, secara fisik wanitamengalami perubahan tahap demi tahap yang membuatnya berbeda dari seorang pria. Mulai dari kulit, bentuk dan lemak tubuh, serta struktur otot. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh system endokrin wanita.1
yang terbentuk pada system reproduksi sejak wanita masih janin sampai tumbuh dewasa, sebenarnya untuk membuat fungsi reproduksinya sempurna, yaitu dapat hamil dan melahirkan generasi yang sehat dan sempurna. Oleh karena itu, semua kekhasan yang dimiliki wanita bertujuan untuk mendukung dan melengkapinya. Awal kesempurnaan itu ditandai dengan datangnya menstruasi dan mulai saat itu semua organ anatomi, fisik, dan reproduksi saling bekerjasama untuk menyempurnakan fungsi reproduksi wanita. Proses ini berlangsung terus sampai berakhirnya masa produktif wanita, yaitu saat haid berhenti permanen.
1.2 Permasalahan
kehidupan terkadang berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Gangguan atau kelainan pada tubuh atau organ reproduksi dapat datang dari berbagai factor, misalnya factor yang diturunkan saat pembentukan sel – sel tubuh saat dalam rahim ibu atau dari factor prilaku manusia sendiri, seperti lingkungan fisik atau social, dan gaya hidup.
Oleh karena itu, pada beberapa wanita, ada yang mengalami satu atau lebih masalah atau gangguan pada organ reproduksinya. Masalah atau gangguan ini bukan hanya berpengaruh pada gangguan fungsi reproduksi, tetapi juga kualitas hidup seorang wanita.
Untuk itu, meskipun semua prose situ adalah alami, tetapi tetap membutuhkan perhatian dari wanita sendiri, maupun pihak lain yang berhubungan. Ingatlah pepatah bahwa masa lalu, masa kini, dan masa akan dating tidak terlepas sendiri, tetapi saling berhubungan. Jika sejak kecil hingga dewasa seorang wanita sudah memelihara kesehatan tubuhnya dengan baik, dimasa yang akan datang tidak akan mendapatkan masalah yang berarti. Semua ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup wanita dalam menjalani kehidupan sehari – harinya dengan sehat dan aktif.


























BAB II
PEMBAHASAN

1.1 OBSTETRI (ILMU KEBIDANAN)

A. Definisi :
Obstetri(Ilmu Kebidanan): ad.ilmu yangmempelajari kehamilan,persalinan nifas dan bayi yg baru dilahirkan.
Obstetri ada yg mengatakan asal kata:
Odstetrix = membantu seseorang yg sedang bersalin)
Obstare = berdiri disamping wanitayg sedang bersalin
Di Indonesia kata Kebidanan/Bidan berSumber dari bhs Sangsakerta yaitu:
Widwan (= Cakap,membidan).dimana keluarga mengadakan sedekah bagi penolong bersalin yg pamit stlh bayi usia 40 hari.
Maksud & tujuan Ilmu Kebidanan
Membawa ibu dan anak selamat melalui masa kehamilan,persalinan & nifas dgn
kerusakan yang seminimal mungkin.Untuk mewujudkan tujuan tsb dilakukan usaha-usaha yg dikenal sebagai :

B. Pelayanan Kebidanan (=Maternity care)
Berdasarkan maksud & tujuan diatas kita dapat mengetahui kualitas pelayanan kebidanan disuatu tempat, dengan melihat:
1. Jlh kematian ibu.
2. Jlh kematian bayi
 Kematian ibu akibat proses reproduksi
90% kematian ibu tsb terjadi dinegaraberkembang isiko kematian maternal di :
1. Negara berkembang 1 : 29.
2. Negara maju 1 : 29.000.
Pada penelitian setiap kematian maternal berarti ada 16 kasus kesakitan(morbiditas) maternal.


D.lh Kematian ibu di Indonesia tertinggi di ASEAN.
1. Indonesia : 307/100.000.
2. Vietnam : 130/100.000.
3. Thailand : 44/100.000.
4. Malaysia : 41/100.000.
5. Singapore : 30/100.000.
AKB di Indonesia tertinggi di ASEAN.
1. 2 – 3 X lebih tinggi.
2. SDKI (1997) : KB52/1000.
3. (2005) : B35/1000.
4. SDKI (2003) : AKB 44/1000.
5. (2005) : AKB 40,8/1000.
F.Penyebab kematian Ibu & Bayi
 Penyebab kematian maternal
1.Infeksi (14%).
2.Perdarahan (25%).
3.HDK/preeklamsi,eklampsi 13%).
4.Unsafe abortion (13%)
5.Lain2(a.l,partus lama) (7%).


 Di Indonesia penyebab kematian maternal
1.Infeksi (36%).
2.Perdarahan (34%).
3.HDK/preeklamsi,eklamsi (17%).
4.Lain2 (a.l,partus lama) (13%).
Kematian Bayi :
1.Gg-an sistem respirasi (30%).
2.Gg-an perinatal (29%).
3.Diare (14%).
4.Lain-lain. (Tidak di ketahui)
G.Kenapa AKI/AKB di Indonesia
 Ada beberapa faktor penyebabnya
1. F.Pelayanan yg kurang (petugas,sarana & fasilitas).
2. F.Distribusi pelayanan tak merata.
3. F.Pengetahuan masyarakat.(4 T)
4. F.Geografis.
5. F.Sosek masyarakat.
 Usaha untuk menurunkan AKI & AKB a.l :
1. Peningkatan pendidikan wanita.
2. Peningkatan sarana pelayanan.
3. Distribusi petugas& sarana kes.yg merata kepelosok tanah air.
4. Transportasi& komunikasi yg baik.
5. Upaya perbaikan gizi

Peningkatan ekonomi masyarakat DEPKES dalam mempercepat penurunan

AKI & AKB mengupayakan agar :
1.Setiap persalinan ditolong/minimal didampingi oleh bidan.
2.Pelayanan obstetri sedekat mungkin kepada ibu hamil 3.Partus ol.tenaga kes.85%---(th 2010).

Istilah-istilah penting:

 Kematian ibu (WHO) : kematian seorang
wanita dlm masa kehamilan atau dlm waktu 42 hari setelah pengakhiran kehamilan tanpa memandang usia keham.atau letak kehamilan.

 Stillbirth(lahir mati); kelahiran anak tanpa tanda-tanda kehidupan.
 Kematian perinatal : jlh lahir mati + kematian jabang bayi >1000 gram.

 Kematian jabang bayi: kematian bayi yg lahir hidup dlm mgg I lahir.


8
 AKI=Jlh kematian ibu akibat langsung proses reproduksi : 100.000 kelahiran hidup.
 AKB=Jlh bayi mati<1th : 1000 kelahiran hidup.
 F.R=Jlh lahir hidup :1000 wanita U 15-49th.
 Masa perinatal : masa dari keham.28 mgg sampai 28 hari pasca salin.
 Graviditas : mulai dari pembuahan & berakhir permulaan persalinan.
 Partus: proses pengeluaran bayi& plasenta dari badan ibu.
 Puerperium(nifas): masa setelah persalinan diperlukan u/ pulihnya alat kandungan kekeadaan sebelum hamil



1.2 ANATOMI PANGGUL

Ada 3 faktor yang mempengaruhi proses persalinan yaitu :

1.Jalan lahir (Passage).
2.Janin ( Passanger).
3.Tenaga pada ibu ( Power).

Jalan lahir dibagi 2 :
1.Bagian tulang ( Rangka panggul).
2.Bagian lunak ( Otot , jar lunak ,lig.)
9

Bagian tulang ( Rangka Panggul).

A. Tulang panggul.
B. Sendi panggul.
C. Bidang & Diameter panggul.
D. Bentuk panggul
E. Ukuran panggul & Penentuan klinis ukuran panggul.

A. TULANG PANGGUL ( BONY PELVIS) Terdiri dari :

1. Os Coxae .
2. Os Sacrum.
3. Os Coccygis.


10
1. Os Coxae Terdiri dari :
*. Os Ilium.
*. Os Ischium.
*. Os Pubis.





2. OS SACRUM Terdiri dari :
a.For.sacralis anterior dilewati oleh plexus sacralis nyeri dan kramp kaki hingga kepala bayi turun ke ruang panggul.
b.Crista sacralis.
c.Promontorium.


11

3.OS COCCYGIS ;

Pada saat persalinan terdorong ke posterior pelvic out let menjadi luas.

B.SENDI PANGGUL

Didepan :
Dihubungkan dgn Os Pubis kiri & kanan,Symphisis pubis, yg terdiri dari o.fibrocartilage.
o.lig.pubis superior
o.lig.pubis inferior
Dibelakang :
Sendi sacro-iliaca yang mempunyai tk tertentu pergerakannya.
Dibawah terdapat :
Sendi sacro-coccygea yang mempunyai tk tertentu pergerakannya terutama dalam kehamilan dan persalinan (=2,5 cm)






12


C. BIDANG DAN DIAMETER PANGGUL
Secara fungsional panggul terdiri :

1.PELVIS MAYOR ( False pelvis).
2.PELVIS MINOR ( True pelvis).

1.PELVIS MAYOR ( False pelvis).
Terletak diatas linea innominata.
Dibentuk oleh :
o.Vert.lumbalis----bag.belakang
o.Fossa iliaca----bag.lateral.
o.Ddg abd.depan bag bawah
2.PELVIS MINOR ( True pelvis).
Bag.penting dalam proses melahirkan.
Dibentuk oleh :
Diatas Promontorium, Linea innominata ,Pinggir atas tlg pubis.
13
Dibawahnya oleh : PBP (pelvic out let)

Pelvis minor mempunyai 4 bidang imaginer.
1.B.A.P Pelvic inlet.
2.Bidang Luas Panggul.
3.Bidang tengah panggulMidpelvic
4.B.B.P Pelvic Out let

D.BIDANG PANGGUL
BIDANG HODGE :
H I : Promontorium pinggir atas simfisis.
H II : Pinggir bawah simfisis.
H III: Spina ischiadika.
H IV: Ujung coccygeus.
Bentuk Pelvis Minor seperti saluran yang mempunyai sumbu melengkung kedepan Sumbu Carus
 UKURAN PANGGUL DALAM:
1.P.A.P (=Pelvic inlet )
C.D.(=Conjugata Diagonalis )
C.V. = ( C.D – ( 1,5 – 2 cm ) )
Normal > 10 cm
2.Ruang Tengah Panggul ( Mid pelvis)
( Tak dapat dinilai secara klinis )

14
Diameter interspinosum > 10 cm
Diameter A-P > 11 cm
3.P.B.P (= Pelvic outlet )
Diameter A-P 9,5 – 11,5 cm
Diameter Transversa 11 cm.
 KURAN PANGGUL LUAR.
Alat yg dipakai untuk ukuran ini a.l :
Pita meter.
Jangka panggul Martin,Oseander,Collin
dan Baudeloque.
Yang diukur dari Panggul luar :
1.Distansia Spinosum ( 24 – 26 cm )
2.Distansia kristarum ( 28 – 30 cm )
3.Conj.Eksternal (Baudeloque) 18-20 cm
4.Lingkaran panggul (80 – 90 cm.)
5.Distansia Trochanterica ( 31 cm )





15


D. JENIS-JENIS PANGGUL MENURUT CALDWELL & MOLOY

1.Ginekoid : Paling ideal,bulat : 45%
2.Android : Pria,segitiga : 15 %.
3.Antropoid: Agak lonjong : 35 %.
4.Plateploid: Picak : 5 %. Biasanya tipe campuran ( mixed type) lebih sering dijumpai dari pada tipe aslinya ( pure type ) a.l :
Jenis Ginekoid – Android.
Jenis Ginekoid – Antropoid.
Jenis kombinasi lainnya

2.BAGIAN LUNAK PANGGUL.
Terdiri : a. OTOT-OTOT.
b.LIGAMENT.
Fungsi : menutupi panggul bag.dlm & bawah. Bag.bawah dasar panggul Diafragma pelvis






16

Diafragma pelvis
Pars muscularis Pars membranacea (=m.levator ani)(diafrag.urogenitalis)
m.pubococcygeus
m.iliococcygeus
m.ischiococcygeus

 DAERAH PERINEUM

Bag.permukaan PBP,terdiri :
Regio analis
Regio urogenitalis (m.sph.ani ext.)
m.bulbo cavernosa
m.ischio cavernosa
m.trans.perinei supfis



17

1.3ANATOMI ALAT GENITALIA WANITA

Alat genitalia wanita dibagi 2 gol :

1.Genitalia eksterna (= Vulva ).
2.Genitalia interna.

I.Genitalia eksterna terdiri :
o.Mons veneris.
o.Labia majora & minora.
o.Clitoris.
o.Vestibulum.
o.Hymen.
o.Orifisium urethra eksterna.
o.Kel.Bartholini & Skene.



18
2.Genitalia interna :
o.Vagina.
o.Uterus.
o.Tuba Fallopi.
o.Ovarium
o.Ligament-ligament uterus.


VAGINA
*.Sal.musculo-membranosa yg meluas dari vulva ---- uterus.
*.Dinding depan (= 9 cm).,Dinding belakang (=11 cm).
*.Pada nulliparous terdapat rugae.
*.Sel2 epithel ngandung glikogen.
*.Ada bakteri Doderlain.
*.pH = 4,5 -- proteksi terhadap infeksi.
Fungsi vagina :
o.Sebagai sal.keluar dari uterus.
o.Sebagai alat persetubuhan.
o.Sebagai jalan lahir.

UTERUS :
o.Bentuk spt buah alpukat.
o.Terdiri atas :

19
Corpus uteri --btk segitiga.
Cervix uteri --silendris.
o.Panjang 7,5 cm.
Tebal : 2,5 cm.
Tebal otot : 1,2 cm.




Dinding uterus terdiri :
o.Perimetrium.
o.Miometrium.
o.Endometrium hamil decidua
Struktur otot uterus 3 lapisan, Tersusun spt anyaman.




20




 TUBA FALLOPI.

Panjang : 12 cm, 0 : 3-8 mm
o.Pars interstitialis : 1 cm .0:< 1 mm.
o.Pars isthmica : 2 cm. 0:1 mm.
o.Pars ampullaris : 5 cm.
o.Infudibulum : 2 cm,spt umbai2.
Fngsinya membawa ovum yang di lepaskan ovarium ke cavum uteri





21
 Ovarium.
 2 buah kiri & kanan.
 Pjg.3 cm;lebar 1,5 cm & btk oval.
 Dihub.dgn uterus oleh lig.ovariiproprium.
 Terdiri dari cortex & medulla.
 Cortex berisi foll.promordial.
 Medulla berisi p.d,pem.limpe & saraf.

 LIGAMENT UTERUS.

1.Lig.Latum (Broad lig.).
2.Lig. rotundum (Round lig.)
3.Lig.Infundibulum pelvicum. ( Lig.suspensorium ovarii).
4.Lig.cardinale (Makenrodt).
5.Lig.Sacro-uterinum.
6.Lig.Sacro-uterinum.



O.Parametrium : jar.ikat antara ke 2 lembar lig.latum.
O.Mesosalpinx : bag.atas lig.latum yang mengandung tuba.
O.Mesometrium: bag.caudal lig.latum berhub.dgn uterus.


22

O.Mesovarium : peritoneum u/.ovarium
O.Posisi uterus dalam R.Panggul.
1.Ante & retro – flexio.
2.Ante & retro _ versio.
3.Torsio.
O.Pembuluh darah uterus .
1.A.Uterina.
2.A.Ovarica.
Sikap & letak uterus ditengah r.panggul dipertahankan oleh :
1.Tonus otot uterus sendiri.
2.Ligament-ligament uterus.
3.Otot-otot dasar panggul.
O.Posisi uterus dalam R.Panggul.
1.Ante & retro – flexio.
2.Ante & retro _ versio.
3.Torsio.
O.Pembuluh darah uterus .
1.A.Uterina.
2.A.Ovarica.




23
BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan :
semua proses yang terbentuk pada system reproduksi sejak wanita masih janin sampai tumbuh dewasa, sebenarnya untuk membuat fungsi reproduksinya sempurna, yaitu dapat hamil dan melahirkan generasi yang sehat dan sempurna. Oleh karena itu, semua kekhasan yang dimiliki wanita bertujuan untuk mendukung dan melengkapinya. Awal kesempurnaan itu ditandai dengan datangnya menstruasi dan mulai saat itu semua organ anatomi, fisik, dan reproduksi saling bekerjasama untuk menyempurnakan fungsi reproduksi wanita. Proses ini berlangsung terus sampai berakhirnya masa produktif wanita, yaitu saat haid berhenti permanen.
Selama masa produktif, sebagian wanita menjalani proses tersebut dangan alami dan normal, yaitu mengalami siklus haid yang teratur setiap bulan dan tidak mengalami keluhan yang berarti pada system atau organ yang berhubungan dengan system reproduksi.
Namun, kehidupan terkadang berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Gangguan atau kelainan pada tubuh atau organ reproduksi dapat datang dari berbagai factor, misalnya factor yang diturunkan

iii
saat pembentukan sel – sel tubuh saat dalam rahim ibu atau dari factor prilaku manusia sendiri, seperti lingkungan fisik atau social, dan gaya hidup.
Oleh karena itu, pada beberapa wanita, ada yang mengalami satu atau lebih masalah atau gangguan pada organ reproduksinya. Masalah atau gangguan ini bukan hanya berpengaruh pada gangguan fungsi reproduksi, tetapi juga kualitas hidup seorang wanita.
Untuk itu, meskipun semua prose situ adalah alami, tetapi tetap membutuhkan perhatian dari wanita sendiri, maupun pihak lain yang berhubungan. Ingatlah pepatah bahwa masa lalu, masa kini, dan masa akan dating tidak terlepas sendiri, tetapi saling berhubungan. Jika sejak kecil hingga dewasa seorang wanita sudah memelihara kesehatan tubuhnya dengan baik, dimasa yang akan datang tidak akan mendapatkan masalah yang berarti. Semua ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup wanita dalam menjalani kehidupan sehari – harinya dengan sehat dan aktif.

1.2 Saran :
Untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak maka usaha nyata yang perlu di lakukan adalah :
 Meningkatkan pendidikan wanita
 Meningkatkan sarana pelayanan

iv
 Pemerataan distribusi petugas sarana kesehatan ke pelosok tanah air
 Menyediakan sarana transportasi dan komunikasi yang baik
 Melakukan upaya perbaikan gizi
 Upaya peningkatan ekonomi masyarakat

Tetap jaga personal higiene seperti :
 kebersihan kulit dengan mandi minimal 2x
 kebersihan rambut dengan keramas
 kebersihan gigi misalkan sikat gigj
 dan vulva hygiene dengan ganti calana dalam untuk mencegah lekore (keputihan), kanker cerviks dan patologi lainya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Stats Button

Visitors

free counters
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Chat Box

Pengikut

 
Ners. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.