background

Minggu, 18 September 2011

Trimester I

Trimester 1

Dari Zigot menjadi Embrio….
Tahukah yang dimaksud dengan zigot? Zigot adalah sebuah kumpulan sel yang terbagi hingga mencapai 100 sel, yang kemudian disebut dengan blastocyst, yaitu bagian dalam dari sel yang mana akan membentuk embrio. Sementara bagian luar dari sel akan membentuk plasenta yang kemudian memberikan nutrisi dan kehidupan bagi janin.
Tiga minggu sebelum terjadinya kehamilan, blastocyst akan melekat pada dinding rahim ibu, dan kemudian melepaskan hCG. Hal ini akan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan. Dokter kandungan biasanya akan mulai menghitung masa 40 minggu kehamilan, dari tanggal hari pertama haid ibu yang terakhir (walaupun biasanya pembuahan sering terjadi 2 minggu setelahnya, yaitu masa subur ibu).
Pada usia 5 minggu, otak, sumsum tulang belakang, jantung dan beberapa organ lainnya mulai terbentuk. Saat ini embrio dibentuk dari 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Setiap jaringan dan organ janin akan dibentuk dari 3 lapisan ini. Ectoderm akan membentuk sistem saraf dan tulang belakang, mesoderm akan membentuk jantung dan sistem peredaran darah, dan endoderm akan membentuk paru – paru, sistem pencernaan, kelenjar tiroid, hati, dan pankreas. Sementara itu, plasenta dan tali pusar mulai terbentuk, dimana tali pusar akan berfungsi untuk mengirimkan nutrisi dan makanan untuk embrio yang masih berkembang.
Walaupun saat ini embrio masih seukuran biji beras, ibu hamil akan mulai merasakan tanda-tanda awal kehamilan seperti mual muntah di pagi hari, sering buang air kecil, mengantuk, dan keinginan untuk suatu jenis makanan. Payudara mulai terasa membesar, dan lebih lembek. Beberapa ibu bahkan mulai bertambah berat badannya. Tetapi pada umumnya, karena mual muntah, berat badan akan menurun. Pada masa inilah biasanya ibu mulai berkunjung ke dokter kandungan, dan pada minggu kelima ini, USG sudah dapat menangkap detak jantung janin.
Ibu harus extra hati – hati pada trimester pertama ini, karena saat inilah organ – organ utama janin mulai dibentuk. Sebaiknya ibu menghindari minum alkohol, obat – obatan tanpa pengawasan dokter, kafein, dan rokok. Ibu juga dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi, berolahraga ringan secara teratur dan mengkonsumsi vitamin untuk memperkuat janin yang biasanya berupa asam folat
Dari embrio menjadi janin
Pada minggu – minggu terakhir trimester 1, embrio mulai memiliki bentuk seperti struktur wajah dan tunas yang kemudian membentuk tangan dan kaki.
Pada minggu ke 8, embrio kemudian menjadi janin. Organ – organ tubuh seperti ginjal, hati, paru – paru dan otak mulai berfungsi. Jari – jari mulai berbentuk demikian juga alat kelamin (yang belum dapat terlihat karena belum berbentuk penis ataupun vagina). Pada beberapa ibu, bajunya sudah terasa lebih ketat walaupun belum harus memakai baju hamil.


Ingin Anak Pintar? Beri ASI Eksklusif

Ingin Anak Pintar? Beri ASI Eksklusif
Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar ASI

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas dan sehat. Kita sering melihat di televisi bayi-bayi yang lucu dan sehat serta `menggemaskan`. Kurangnya informasi dan berkembangnya informasi yang kurang tepat berakibat pada kurangnya pengetahuan masyarakat bahwa ASI Eksklusif adalah langkah awal agar bayi kita cerdas dan sehat dengan budi pekerti yang baik. Pemberian ASI Eksklusif dilakukan dari menit pertama bayi lahir, diletakan di dada ibunya sehingga bayi dapat menyusu sendiri, sampai pada umur bayi 6 bulan, tanpa diberi apapun selain ASI. Tidak susu formula, air putih, air gula apalagi makanan padat. kecuali sedikit vitamin dan obat.

Pada tahun 1997-2002 American Academy of Pediatric merekomendasikan bahwa ASI sumber makanan tunggal untuk bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI pada umur bayi 6 bulan sampai bayi berumur 2 tahun(AAP 1997, 2002)

Diantara keuntungan ASI Eksklusif adalah meningkatkan kecerdasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan antara lain:

a. Faktor Genetika,

ini merupakan modal dasar yang tidak dapat dimanipulasi oleh siapapun, karena langsung diturunkan oleh kedua orang tuanya.

b. Faktor Lingkungan

Manusia adalah mahluk sempurna, dan kesempurnaan itu melalui tahapan-tahapan tersendiri, faktor genetis tidak serta merta dapat mampu membentuk karakter manusia, atau kecerdasan tinggi, tetapi dibutuhkan faktor lingkungan sebagai stimulator kecerdasan alaminya. Diantaranya : adanya pertumbuhan fisik biomedis otak lebih kita kenal dengan ASUH

ASUH atau fisik-biomedis yaitu kepandaian yang berhubungan dengan OTAK, dimana faktor pendukung pertumbuhan ini adalah Nutrisi, dan ASI Eksklusif nutrisi terbaik baik dari sisi kualitas atau kuantitas, untuk masa pertumbuhan Otak yaitu umur 0 – 6 bulan. Selain itu hanya ASI yang mengandung zat pertumbuhan otak ( DHA, AA, Taurin,Lactosa ) yang hanya sedikit sekali terkandung pada susu sapi atau bahkan tidak ada sama sekali. Maka, apabila si bayi kekurangan gizi berat pada masa percepatan pertumbuhan otak ini (0-6 bulan) akan terjadi pengurangan jumlah sel otak 15-20%.

Untuk dapat kecerdasan yang baik manusia membutuhkan juga stimulasi rangsangan dan pendidikan atau dengan kata lain ASAH. agar hardware yang ada semakin matang.

ASAH atau stimulan ini terjadi pertama kali saat inisiasi menyusui dini, dan pemberian ASI eksklusif adalah starting point dimana sang bayi mendapat rangsangan dari ibunya, belaian, ungkapan sayang, pandangan dan kata-kata yang terlontar oleh ibu adalah mediator pembelajaran yang menjadi stimulasi otak untuk mengenal alam semesta. Follow up Studi di New Zealand,mengatakan bahwa bayi-bayi yang disusui menunjukan perkembangan bahasa dan IQ lebih tinggi pada usia 3,5 dan 7 tahun.lalu pada tahun 1998 penelitian terhadap 1000 anak selama 18 tahun di New Zealand juga menyebutkan, Anak ASI mempunyai IQ dan mencapai tingkatan akademik lebih tinggi. Kemudian diperkuat oleh penelitian di Jama tahun 2002 yang dilakukan pada 3253 orang di Denmark, hasilnya ada korelasi kongkrit antara lamanya pemberian ASI dan peningkatan IQ, orang yang disusui kurang dari 1 bulan mempunyai IQ 5 point lebih rendah dari yang disusui setidaknya 7-9 bulan.

Akan tetapi ASUH dan ASAH belum cukup tanpa adanya ASIH. pada prinsipnya kelahiran adalah trauma bagi bayi, bagaimana tidak? Dalam rahim bayi merasa nyaman dan tenang, dipeluk hangat oleh dinding rahim, adanya skin to skin contact, lalu didendangkan dengan detak jantung ibu, dibelai lembut air ketuban yang mengalir, dan diayun-ayun oleh gerak nafas bunda. Makanya kelahiran trauma bagi bayi. Karena tidak ada lagi kenyamanan itu setelah dia dilahhirkan. Maka, dengan disusui eksklusif bayi akan lebih sering didekap oleh bunda, dibelai dan bayi akan merasa aman dan terlindungi dia juga akan merasa bahwa orang-orang sangat mencintainya.

Maka, bonding yang baik adalah dasar terbentuknya suasana secure attachment, sehingga dia tumbuh dalam suasana penuh dengan cinta kasih dan mencintai sesamanya, juga spiritual yang baik. Karena dengan menyusui dini, bayi diajarkan bagaimana bersosialisasi dini, melatih kestabilan emosional sehingga EQ-nya meningkat.

Andaikan keindahan itu tidak cepat berlalu, kurangnya informasi dan gencarnya iklan susu formula, memaksa ibu-ibu untuk menyerah dan tidak percaya diri, bahwa pemberian Tuhan tidak akan pernah terkalahkan oleh ciptaan manusia.

Sumber: Sentra Laktasi Indonesia

dari: www.hypno-birthing.web.id

Rabu, 23 Februari 2011

askep

klik dibawah ini ya...
1. format askep

Minggu, 17 Oktober 2010

Asal dan Eksitasi Periodik Jantung

ASAL DAN EKSITASI PERIODIK JANTUNG

    Urutan normal bagian-bagian jantung yang berdenyut: kontraksi atrium (sistolik atrium) diikuti oleh kontraksi ventrikel (sistolik ventrikel) dan selam diastolik keempat ruangan relaksasi. Denyut jantung berasal khusus dari system konduksi jantung dan menyebar melalui system ini ke seluruh bagian miokardium. Struktur yang membentuk system konduksi adalah nodus sinoatriale (nodus SA), lintasan internodal atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, cabang-cabangnya, dan system Purkinye. Berbagai bagian system konduksi ini dan, dalam keadaan abnormal, bagian-bagian miokardium secara spontan mampu mengeluarkan rangsangan. Akan tetapi, dalam keadaan normal nodus SA mengeluarkan impuls paling cepat, depolarisasi menyebar dari SA ke bagian-bagian lain sebelum bagian-bagian ini mengeluarkan impuls secara spontan. Oleh karena itu, dalam keadaan normal nodus SA merupakan alat pacu jantung (pace maker) normal, kecepatan mengeluarkan impuls menentukan frekuensi denyut jantung. Impuls yang ditimbulkan pada nodus SA berjalan melalui lintasan atrium ke nodus AV, melalui lintasan atrium ke nodus atrium ke AV, melalui nodus ini ke bunder His dan melalui cabang-cabang Berkas His dengan perantaraan sistem Purkinye ke otot ventrikel.

Pertimbangan Anatomi
    Pada jantung mamalia yang mempunyai 4 ruangan, nodus SA terletak pada perbatasan vena cava superior dan atrium kanan. Nodus AV terletak pada bagian posterior kanan septum interatriale. Terdapat 3 berkas serabut-serabut atrium yang mengandung serabut-serabut jenis Purkinye dan menghantarkan impuls dari nodus SA ke nodus AV; traktus internodal anterior Banchmann, traktus internodal media Wenkebach, dan traktus internodal Thorel. Serabut-serabut ini berkumpul menjadi satu dan sailing menjalin dengan serabut-serabut dalam nodus AV. Nodus AV dilanjutkan dengan berkas His, yang memberi cabang kiri pada puncak septum interventrikulare dan melanjutkan diri sebagai cabang kanan. Berkas cabang kiri bercabang menjadi fasiculus anterior dan fasiculus posterior. Cabang-cabang dan fasiculus berjalan dalam subendokardial menuruni septum dan berhubungan dengan sistem Purkinye, yaitu serabut-serabut yang menyebar ke seluruh bagian miokardium ventrikel.
    Sistem konduksi terdirii dari modifikasi otot jantung bergaris tetapi mempunyai batas-batas yang tidak jelas. Sistem konduksi lebih kaya glikogen dan lebih banyak mempunyai sarkoplasma daripada serabut otot jantung lainnya. Serabut otot atrium dipisahkan dari otot ventrikel oleh cincin jaringan fibrosa, dan dalam keadaan normal hanya berkas His yang merupakan jaringan penghantar antara atrium dan ventrikel.
    Nodus SA berasal dari struktur bagian kanan embrio, dan nodus AV dari struktur sebelah kiri. Itulah sebabnya pada orang dewasa nervus vagus kanan terutama mempersarafi nodus SA dan nervus vagus kiri mempersarafi nodus AV. Ke dua daerah tersabut menerima saraf noradrenergik dari ganglion simpatis cervicalis melalui nervus cardiacus. Serabut-serabut noradrenergik tersebar pada miokardium atrium dan ventrikel, erabut-serabut nervus vagus mungkin hanya tersebar pada jaringan nodus dan otot atrium.

Sifat-Sifat Otot Jantung
    Serabut-serabut miokardium mempunyai potensial membran istirahat kira-kira -80 mV. Masing-masing serabut umumnya dipisahkan satu sama lain oleh membran, tetapi depolarisasi menyebar secara radial melalui serabut-serabut otot jantung seakan-akan serabut-serabut otot jantung merupakan sinsistium sebab terdapat ”gap junction”. Potensial aksi satu sel otot jantung ditandai oleh depolarisasi yang cepat, dan proses repolarisasi yang plateau dan lambat. Rekaman ekstrasel potensial aksi mirip bentuk QRST elektrokardiogram. Depolarisasi awal disebabkan karena peningkatan permeabilitas Na+ (peningkatan konduktan saluran-saluran Na+ pada membran sel). Hal ini diiluti oleh kenaikan permeabilitas Ca2+ yang lebih lambat yang mengakibatkan plateau. Repolarisasi setelah plateau disebabkan karena kelambatan peningkatan permeabilitas K+.
    Sel yang mendapatkan rangsangan ritmis mempunyai ptensial membran yang tidak stabil setelah tiap-tiap impuls turun sampai ”firing level” (preptensial atau potensial pacemaker). Hal ini merangsang impuls berikutnya. Prepotensial disebabkan karena penurunan permeabilitas K+ yang terus menerus. Kecepatan dimana potensial membran berkurang sampai ”firing level” menentukan ecepatan perangsangan jaringan. Normal prepotensial hanya menyolok pada nodus SA dan AV, tetapi disini terdapat ”pacemaker laten” pada bagian-bagian lain sistem penghantar yang menuju kepadanya terhambat. Serabut otot atrium dan ventrikel tidak mempunyai prepotensial, dan mereka hanya terangsang secara spontan bila keadaan abnormal.
    Bila serabut kolibergik vagus yang menuju ke jaringan nodus rangsang, kelandaian prepotensial menurun, karena asetikolkolin yang dilepaskan pada ujung-ujung saraf meningkat permeabilitas jaringan nodus terhadap K+ melalui reseptor-reseptor muskaram. Ini menurunkan kecepatan  firing. Selain itu asetilkolin menurunkan kondukta salulran Ca2+ melalui reseptor muskarinik. Perangsangan vagus yang kuat secara spontan dapat menghilangkan perangsangan untuk beberapa saat, Sebaliknya, perangsangan saraf simpatis jantung menyebabkan potensial membran turun lebih cepat dan kecepatan perangsangan spontan meningkat. Hal ini disebabkan karena mediator noradrenergik, norepinefrin yang melalui reseptor-reseptor β-adrenergik menimbulkan kecepatan dimana permeabilittas K+ menurun antara potensial aksi. Selain itu, norepinefrin bekerja melalui reseptor-reseptor adrenergik untuk meningkatkan konduktan pada saluran Ca2+. Jadi membuat potensial aksi lebih besar dan meningkatkan kekuatan setiap kontraksi jantung.
    Kecepatan perangsangan nodus SA dan jaringan nodus lainnya dipengaruhi oleh suhu dan oleh obat-obatan. Frekwensi perangsangan meningkat bila suhu meningkat, dan ini dapat mempercepat takikardi yang berhubungan dengan demam. Digitalis menekan jaringan nodus dan menimbulkan efek yang menyerupai perangsangan vagus, khususnya pada nodus AV.

Penyebaran Eksitasi Jantung
    Depolarisasi yang ditimbulkan oleh nodus SA menyebar secara radial melalui atrium, mengumpul pada nodus AV. Depolarisasi atrium sempurna/lengkap kira-kira dalam 0,1 detik. Karena penghantaran dalam nodus AV lambat, disini terdapat penghambatan kira-kira 0,1 deetik (AV nodal deay), sebelum eksitasi menyebar ke ventrikel. Penghambatan ini memendek dengan merangsang saraf simpatis yang menuju jantung dan memanjang dengan merangsang vagus. Dari pucak septum, gelombang depolarisasi menyebar dengan cepat dalam serabut penghantar Purkinye ke semua bgian ventrikel dalam0,08-0,1 detik. Pada manusia, depolarisasi otot ventrikel mulai pada sisi kiri septum interventrikulare dan mula-mula berjalan ke kanan melalui bagian tengah septum. Gelombang depolarisasi kemudian menyebat menuruni septum ekapex jantung. Gelombang depoarisasi kembali mengikuti dinding ventrikel ke jalur AV, beralih dari endokardium ke permukaan epikardium. Bagian terakhir jantung yang mengalami depolarisasi adalah bagian posterobasal ventrikel kiri, konus pulmonaris, dan bagian atas septum.

Perikarditis Akut

 Perikarditis Akut

DEFINISI

Perikarditis Akut adalah peradangan pada perikardium (kantung selaput jantung), yang dimulai secara tiba-tiba dan sering menyebabkan nyeri.
Peradangan menyebabkan cairan dan produk darah (fibrin, sel darah merah dan sel darah putih) memenuhi rongga perikardium.

PENYEBAB

Perikarditis akut memiliki bermacam-macam penyebab, mulai dari infeksi virus sampai kanker.
Penyebab lainnya adalah:
  AIDS
  Serangan jantung (infark miokardial)
  Pembedahan jantung
  Lupus eritematosus sistemik
  Penyakit rematik
  Kegagalan ginjal
  Cedera
  Terapi penyinaran
  Kebocoran darah dari suatu aneurisma aorta.

Perikarditis akut juga bisa merupakan akibat dari efek samping obat tertentu (misalnya antikoagulan, penisilin, prokainamid, fenitoin dan fenilbutazon).

GEJALA

Biasanya perikarditis akut menyebabkan demam dan nyeri dada, yang menjalar ke bahu kiri dan kadang ke lengan kiri.
Nyerinya menyerupai serangan jantung, tetapi pada perikarditis akut nyeri ini cenderung bertambah buruk jika berbaring, batuk atau bernafas dalam.

Perikarditis dapat menyebabkan tamponade jantung, suatu keadaan yang bisa berakibat fatal.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (mendengarkan bunyi jantung dengan stetoskop).
Perikarditis dapat menyebabkan bunyi berderak yang mirip dengan bunyi keriat-keriut sepatu kulit.

Foto rontgen dada dan ekokardiografi dapat memperlihatkan banyaknya cairan di dalam perikardium.
Ekokardiografi juga dapat menunjukkan penyebabnya (misalnya tumor) dan menunjukkan tekanan cairan perikardium pada bilik jantung kanan. Tekanan yang tinggi merupakan tanda kemungkinan terjadinya tamponade jantung.

Pemeriksaan darah bisa menunjukkan beberapa keadaan yang menyebabkan perikarditis, seperti leukemi, AIDS, infeksi, demam rematik dan kadar urea darah yang meningkat yang disebabkan oleh gagal ginjal.

PENGOBATAN

Penderita biasanya dirawat di rumah sakit, diberikan obat untuk mengurangi peradangan (misalnya aspirin atau ibuprofen) dan diawasi kemungkinan terjadinya komplikasi (terutama tamponade jantung).

Bila nyerinya hebat mungkin perlu diberikan opium (misalnya morfin) atau corticosteroid.
Obat yang paling sering digunakan untuk nyeri yang hebat adalah prednisone.

Pengobatan lanjutan dari perikarditis akut bervariasi, tergantung kepada penyebabnya.
Penderita kanker mungkin memberikan respon terhadap kemoterapi (obat anti kanker) atau terapi penyinaran; tetapi biasanya penderita menjalani pembedahan untuk mengangkat perikardium.
Penderita gagal ginjal mungkin akan memberikan respon terhadap perubahan program dialisa yang dijalaninya.
Infeksi bakteri diobati dengan antibiotik dan nanah dari perikardium dibuang melalui pembedahan.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat tersebut segera dihentikan.

Aspirin, ibuprofen atau corticosteroid diberikan kepada penderita yang mengalami perikarditis berulang yang disebabkan oleh virus.
Pada beberapa kasus diberikan colchicine.

Jika penanganan dengan obat-obatan gagal, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat perikardium.


PROGNOSIS

Prognosis tergantung kepada penyebabnya.
Jika disebabkan oleh virus atau jika penyebabnya tidak jelas, penyembuhan biasanya memerlukan waktu 1-3 minggu.
Komplikasi maupun kekambuhan bisa memperlambat penyembuhan.
Penderita kanker yang telah menyebar ke perikardium bertahan hidup sampai 12-18 bulan.

Asidosis dan Alkalosis

ASIDOSIS

    Asidosis adalah peningkatan sistemik konsentrasi ion hydrogen. Konsentrasi ion hydrogen meningkat karena kegagalan paru mengeluarkan karbon dioksida, atau apabila terjadi produksi asam-asamyang mudah dan tidak mudah menguap secara berlebihan. Asidosis juga dapat timbul apabila terjadi pengeluaran basa bikarbonat karena diare persisten atau ginjal gagal menyerap kembali bikarbonat atau mensekresi ion hydrogen. Asidemia adalah penurunan pH di bawah 7,35.




ALKALOSIS

    Alkalosis adalah penurunan sistemik konsentrasi ion hydrogen. Konsentrasi hydrogen dapat turun akibat pengeluaran karbon dioksida yang berlebihan selama hiperventilasi, keluarnya asam-asam yang tidak mudah menguap melalui muntah, atau asupan basa yang berlebihan.




KOMPENSASI

    Paru dan ginjal bekerja bersama-sama untuk mempertahankan pH plasma rentang 7,35-7,45. Apabila timbul asidosis atau alkalosis karena penyakit paru, maka ginjal berespons dengan mengubah penanganan terhadap ion hidrogen dan basa bikarbonat agar pH kembali ke normal. Kerja ginjal yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena penyakit paru disebut kompensasi ginjal. Kompensasi ginjal mulai memberikan efek sekitar 24 jam setelah perubahan pH karena gangguan respirasi. Walaupun terlambat, kompensasi ginjal sangat kuat.
    Apabila asidosis atau alkalosis terjadi karena gangguan metabolik atau ginjal, maka sistem pernapasan berespons dengan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pernapasan untuk mengembalikan pH ke normal. Kerja respirasi yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena gangguan metabolik atau ginjal disebut kompensasi respirasi. Kompensasi respirasi berlangsung segera apabila terjadi peningkatan konsentrasi ion hidrogen, karena ion-ion hidrogen merupakan faktor penentu yang mengontrol pusat pernapasan di otak


 
ASIDOSIS RESPIRASI
    Asidosis respirasi adalah penurunan pH arteri yang terjadi akibat gangguan respirasi primer. Paru bertugas untuk mengeliminasi karbon dioksida yang merupakan hasil metabolisme. Apabila pernapasan terganggu dan kadar karbon dioksida meningkat, maka akan terjadi peningkatan konsentrasi ion hidrogen. Pada keadaan awal, peningkatan ion hidrogen akan disangga. Namun, apabila ekspirasi karbon dioksida mengalami gangguan yang bermakna, maka kadar ion hidrogen bebeas akan meningkat dan pH turun.


PENYEBAB ASIDOSIS RESPIRATORIK
    Penyebab asidosis respiratoriik mencakup semua gangguan paru obstruktif misalnya penyakit paru obstruktif menahun atau asma, serta hipoventilasi apapun sebabnya, termasuk keracunan obat atau obstruksi jalan napas. Kongesti paru yang parah dapat menyebabkan penurunan difusi karbon dioksida dari darah ke dalam paru sehingga eliminasinya melalui udara berkurang. Demikian juga, sindrom distress pernapasan pada bayi atau dewasa, apapun sebabnya, berkaitan dengan penurunan aliran darah paru serta gangguan pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara paru dan darah sehingga terjadi penimbunan karbon dioksida.


KOMPENSASI UNTUK ASIDOSIS RESPIRATORIK
    Apabila asidosis disebabkan oleh masalah pernapasan, maka timbul kompensasi ginjal. Kompensasi ginjal menyebabkan peningkatan sekresi dan ekskresi asam serta peningkatan reabsoorbsi basa. Tidak terjadi atau hana sedikit bikarbonat yang disekresikan dalam urin. Untuk memulainya kompensasi ginjal memerlukan waktu minimal 24 jam. Dengan demikian, kompensasi tersebut hanya terjadi pada kasus asidosis respirasi yang berlangsung selama waktu tersebut. Apabilakompensasi berhasil, maka pH plasma akan tetap berasa dalam rentang normal.

Stats Button

Visitors

free counters
Blogger Templates

Chat Box

Pengikut

 
Ners. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.